Rencana Pembubaran Ahmadiyah

Politik Dua Muka SBY atau Manuver Pribadi Menteri Agama?

    Tue, 31/08/2010 - 19:39
31-08-2010

Pernyataan Menteri Agama tentang rencana pembubaran Ahmadiyah dan argumen yang melatarbelakanginya dapat dinilai sebagai bentuk provokasi atas kebebasan beragama/berkeyakinan. Pernyataan tersebut merupakan langkah mundur dan kontraproduktif atas upaya beberapa pihak terutama Presiden SBY, Pimpinan DPR RI untuk menciptakan situasi yang kondusif dan menjamin kebebasan beragama/berkeyakinan di Indonesia. [baca]

Thematic Review: Atas Nama Ketertiban dan Keamanan

Persekusi Ahmadiyah di Bogor, Garut, Tasikmalaya, dan Kuningan

    Mon, 09/08/2010 - 19:41
09-08-2010

Jemaat Ahmadiyah di wilayah Jawa Barat terus mengalami diskriminasi, intoleransi dan bahkan kekerasan. Isu tentang sesatnya Ahmadiyah terus-menerus menjadi pemicu yang muncul ke permukaan dari seluruh tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah organisasi massa Islam di Bogor, Garut, Tasikmalaya, dan Kuningan. [baca]


Followers of Ahmadiyah Face Pressure in Indonesia

    Thu, 12/08/2010 - 19:30
11-08-2010

A mosque belonging to the Islamic sect Ahmadiyah in Indonesia has been allowed to stay open following weeks of threats of closure by some Islamic groups and authorities. Followers of Ahmadiyah, considered a deviant sect in Indonesia, continue to face pressure from some mainstream Muslim groups.

Mayoritas-Minoritas dalam Berbangsa

    Sat, 28/08/2010 - 05:07
28-08-2010

Mayoritas dan minoritas adalah terminologi sosiologis untuk merujuk kuantitas individu yang berhimpun dalam suatu kesatuan etnisitas. Sebagai sebuah konsep, istilah ini sering digunakan untuk membangun kerangka analisis relasi sosial satu kelompok dengan kelompok yang lainnya. Sebagai sebuah diksi, mayoritas-minoritas sesungguhnya sudah mengandung makna politik di mana yang satu merujuk pada kumpulan individu yang berjumlah banyak dan biasanya lebih supreme dalam banyak hal; sedangkan yang satu lagi merujuk pada kumpulan individu yang lebih sedikit, yang secara kuantitas tidak mungkin lebih supreme dari yang mayoritas. [baca]