Toleransi Beragama di Indonesia Relatif Baik

Dalam kajiannya, tentang kehidupan beragama di Indonesia, Pusat Studi Lintas Budaya dan Agama Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menyimpulkan, pemahaman tentang sikap toleransi antarumat beragama masih tinggi.

Selain itu, dengan menggunakan data survei beberapa lembaga, seperti Setara Institute, Lembaga Survei Indonesia, serta Wahid Institute, mereka menunjukkan bahwa sebagian besar responden juga masih meyakini bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang paling baik bagi Indonesia yang plural.

Namun, anggota tim peneliti, Zainal Abidin, Senin (5/1) di Jakarta, mengatakan, sebagian kecil responden, 5 hingga 8 persen menganggap toleransi bukan hal penting. Bahkan, survei Universitas Islam Negeri Jakarta pada tahun 2007 menunjukkan, sekitar 55 persen responden tidak membolehkan umat Kristiani mengadakan kebaktian di lingkungan mereka. Selain itu, 51 persen responden tidak membolehkan pembangunan gereja di lingkungan mereka.

Namun, dalam diskusi yang mengiringi publikasi hasil kajian tersebut, Senin di Universitas Paramadina, Jakarta, pengajar Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, Franz Magnis Suseno, tetap menilai toleransi beragama di Indonesia tetap baik. Bahkan, ia menegaskan bahwa tidak benar suasana kehidupan beragama di Indonesia banyak ditentukan oleh intoleransi.

”Pada prinsipnya warga suka hidup dalam kebersamaan,” kata Magnis. Namun, ia meminta supaya optimisme akan kehidupan beragama di Indonesia harus dipelihara. Itu supaya tendensi ke arah kehidupan yang lebih baik didukung. (jos)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/06/0015593/toleransi.beragama.d...

Facebook Comments Box