• strict warning: Non-static method view::load() should not be called statically in /var/www/cms/m6/views/views.module on line 1113.
  • strict warning: Declaration of views_handler_field::query() should be compatible with views_handler::query($group_by = false) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort::query() should be compatible with views_handler::query($group_by = false) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::query() should be compatible with views_handler::query($group_by = false) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_query::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Non-static method view::load() should not be called statically in /var/www/cms/m6/views/views.module on line 1113.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.

Polisi Tidur, Kelompok Preman Berjubah Menggilas Demokrasi

Penyerangan LKIS Jogja – Diskusi Irshad Manji
10-05-2012

Rabu, 9 Mei 2012 malam, massa Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) sekitar 150-an orang menyerang masuk ke area pendopo LKIS (Lembaga Kajian Ilmu Sosial) di kawasan Sorowajan, Bantul, untuk membubarkan paksa diskusi Irshad Manji, pengarang buku Allah: Liberty and Love. Irshad Manji juga menjadi Direktur Moral Courage Project, Universitas New York.

Sebelumnya kejadian yang sama terjadi di Komunitas Salihara, ini merupakan serangan kedua dengan menggunakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran terhadap diskusi buku Allah: Liberty and Love oleh Irshad Manji. Sebelumnya Massa MMI sudah melakukan demo penolakan terhadap diskusi di CRCS, UGM.

Dalam kejadian penyerangan dan kekerasan yang dilakukan oleh MMI, kinerja, fungsi dan tugas kepolisian selalu terlambat, dan abainya polisi dalam beberapa kasus kekerasan oleh kelompok intoleran yang berulang kali terjadi. Padahal dalam kejadian di LKIS, sebenarnya panitia sudah memberikan informasi secara informal kepada Kapolda DIY. Dalih kepolisian yang mengatakan tidak adanya izin, meskipun ada pemberitahuan itu, aparat kepolisian akan melarang, bahkan menjadi aktor utama pembubaran diskusi, seperti kejadian di Komunita Salihara. Intinya pihak kepolisian akan selalu menghindar dan mencari alasan-alasan konyol, agar polisi akhirnya tidak berhadapan dengan kelompok-kelompok intoleran ini.

Diskusi yang berlangsung di kantor LKIS yang dimiliki oleh perseorangan, sesungguhnya tidak perlu ada izin dan sepenuhnya bersifat privat. Memasuki pekarangan orang lain tanpa izin sudah bisa dikategorikan perbuatan pidana, apalagi ini bukan hanya memasuki tanpa izin namun telah terjadi penyerangan dan mengakibatkan jatuhnya korban yang berada didalamnya. Bahkan MMI sudah mengakui bahwa pelaku penyerangan adalah kelompok mereka, mestinya polisi segera bertindak untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelaku tindak kriminal tersebut. Karena itu polisi tidak bisa berkilah lagi, harus segera melakukan penyelidikan dan penangkapan pelaku lapangan dan orang yang menghasut untuk melakukan penyerangan.

SETARA Institute mengutuk keras pelarangan dan penyerangan diskusi buku Allah: Liberty and Love, Irshad Manji LKIS, Bantul Jogja oleh kelompok preman berjubah MMI. Bahwa berpendapat, berkumpul dan berdiskusi adalah hak warga Negara yang dilindungi oleh konstitusi.

SETARA Institute mengecam keras Kepolisian Polda DIY yang tidak sanggup melindungi dan memberi pengamanan kepada masyarakat sipil dari kekerasan kelompok preman berjubah. Mestinya kepolisian DIY sudah dapat memprediksi ancaman dan keselamatan peserta diskusi dengan melihat adanya penolakan sekelompok kecil massa intoleran terhadap diskusi buku Irshad Manji.

SETARA Institute meminta pencopotan Kapolsek Banguntapan, Kapolres Bantul dan Kapolda DIY atas pembiaran dan tunduknya aparat keamanan/kepolisian kepada kelompok-kelompok preman berjubah di Yogyakarta. SETARA Institute juga meminta dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas peristiwa ini, termasuk pihak-pihak dari kepolisian yang harus bertanggungjawab untuk diproses secara pro yustisia.

SETARA Institute meminta pertanggungjawaban Presiden terhadap berulangkalinya terjadi kekerasan dan pelarangan diskusi, dengan mengambil langkah konkrit. Perbedaan pendapat dan pandangan seharusnya tidak dilakukan dengan pemaksaan keinginan, apalagi dengan mengambil jalan kekerasan. Demokrasi di Indonesia sedang dipertaruhkan di publik internasional dengan apa yang selama ini dikampayekan oleh Presiden bahwa Indonesia adalah Negara yang penuh dengan toleransi, namun bertolak belakang dengan kejadian-kejadian intoleransi selama ini yang mengancam demokrasi di Indonesia.

Kontak Person:
Bonar Tigor Naipospos (Wakil Ketua SETARA Institute, 0811.819174)
Ismail Hasani (Peneliti SETARA Institute, 08111.88.4787)

Facebook Comments Box