• strict warning: Non-static method view::load() should not be called statically in /var/www/cms/m6/views/views.module on line 1113.
  • strict warning: Declaration of views_handler_field::query() should be compatible with views_handler::query($group_by = false) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_sort::query() should be compatible with views_handler::query($group_by = false) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::query() should be compatible with views_handler::query($group_by = false) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_query::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit($form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /var/www/cms/m6/views/includes/handlers.inc on line 98.
  • strict warning: Non-static method view::load() should not be called statically in /var/www/cms/m6/views/views.module on line 1113.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.
  • strict warning: Non-static method views_many_to_one_helper::option_definition() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /var/www/cms/m6/views/handlers/views_handler_filter_many_to_one.inc on line 23.

Izin Sebagai Ladang Bisnis, DPR Harus Audit Peredaran Senpi!

Polisi Enggan Tarik Senjata Api
08-05-2012

Keengganan Mabes Polri untuk menarik peredaran senjata api di kalangan sipil semakin menegaskan bahwa Polri sengaja membiarkan peredaran senjata api di masyarakat secara liar dan tidak bertanggung jawab.

Perlu diingat bahwa berbagai aksi penembakan yang tidak teridentifikasi atau malah dikaburkan proses identifikasinya disebabkan oleh tidak terkontrolnya peredaran senjata api. Polri selalu berlindung bahwa peredaran senjata api bukan melulu karena izin yang diberikan akan tetapi juga diwarisi dari konflik-konflik yang terjadi di sejumlah daerah.

Pembiaran peredaran senjata api oleh Polri mengindikasikan dua hal, pertama, Polri memang menikmati bisnis perizinan atas senjata api, yang belum jelas kemana biaya izin itu disimpan dan dimanfaatkan. Apakah masuk ke kas negara? Sebagaimana diketahui, Perppu No. 20/1960 tentang Kewenangan Perizinan yang Diberikan Menurut Perundang-undangan Mengenai Senjata Api, seseorang cukup mengeluarkan biaya satu juta lebih sudah dapat memiliki senjata api. Akan tetapi praktik yang terjadi, untuk memperoleh senjata api untuk jenis terbaik tidak cukup dengan biaya 100 juta.

Kedua, pembiaran peredaran senjata api juga menjadi ruang untuk mengelak pertanggungjawaban penggunaan senjata api yang dilakukan oleh anggota Polri dan TNI. Dengan liarnya peredaran senjata api, telah memudahkan Polri dan TNI untuk mengelak dan lari dari tanggung jawabnya sebagai pihak yang memiliki otoritas atas senjata api. Bisa disaksikan, sedikit sekali kasus-kasus penembakan yang dapat disidik dan diidentifikasi dengan merujuk pada jenis peluru dan senjata yang digunakan.

“Sebaiknya DPR RI memanggil dan memerintahkan Kapolri agar kebijakan izin senjata api ini dicabut dan menarik senjata api yang beredar di kalangan sipil. Pada saat yang bersamaan, DPR RI perlu mendesain ulang dasar hukum yang terkait dengan kepemilikan senjata api ini”.

Kontak Person:
HENDARDI, Ketua SETARA Institute (08111.709.44)

Facebook Comments Box