Calon Pimpinan Polri Tertular Politik Pencitraan
JAKARTA - Menjelang pergantian Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, terjadi perang bintang di tubuh Polri. Mereka kerasupan politik pencitraan, saling jegal satu sama lain. Tapi dengan cara memojokkan kandidat lain. Itulah yang terjadi mendekati masa penantian.
Demikian pandangan Peneliti Setara Institute Ismail Hasani, melihat memasuki babak pencalonan, muncul isu rekening gendut. "Saya kira kepolisian tertular soal ini. Politik pencitraan soal jabatan hampir terjadi di semua instansi pemerintah," ujar Ismail kepada Tribunnews.com, Senin (28/6/2010) malam.
Ismail menerangkan bahwa perang opini di media, secara normatif itu sah. Dan apa yang terjadi di kepolisian menjadi tradisi baru dengan mengumbar oponi. Ia mengakui belum diketahui siapa sebenarnya yang menyebar data soal isu rekening tersebut.
"Kebiasaan yang seperti ini sering terjadi. Ada perang opini di antara kandidat. Mereka tidak berperang terbuka. Saya kira ini merupakan prakondisi dan diupayakan akan menimbulkan hiruk pikuk," terangnya. Ismail mengakui cara seperti jelas buruk bagi masyarakat. Karena apa yang dicitrakan belum tentu sebenarnya terjadi.
Menurut Ismail, tidak menutup kemungkinan, rekening gendut para jenderal ini dikeluarkan kandidat calon Kapolri. Meski tidak secara langsung menyebarkan data kepada media. "Tapi bisa saja data itu disebar oleh bawahannya," sambungnya. Ia berharap, data tersebut bukan keluar dari Mabes Polri.
- Login to post comments











